Pemaknaan Perselingkuhan Ayah dalam Pemilihan Pasangan pada Perempuan Dewasa Awal
DOI:
https://doi.org/10.61404/mutiara.v4i2.497Keywords:
Infidelity, Meaning, Relationships, WomenAbstract
The phenomenon of infidelity within families constitutes a significant social issue, as it not only undermines spousal relationships but also leaves enduring psychological wounds on children who witness it, particularly women entering early adulthood when they begin to establish romantic relationships. This study focuses on how early adult women interpret their experiences of witnessing paternal infidelity and the implications of these experiences for trust, commitment, emotional dynamics, and partner selection processes. A qualitative approach with a phenomenological design was employed to explore the subjective experiences of three early adult women aged 20-22 who encountered such events during adolescence. The findings indicate that these experiences are interpreted as traumatic, giving rise to anxiety, fear of betrayal, and difficulties in developing trust, while simultaneously fostering heightened vigilance and selectivity in choosing partners, with an emphasis on loyalty, communication, and emotional security. The emerging psychological dynamics include trust issues, a tendency to avoid conflict, and a strong need for emotional stability, which are addressed through conscious efforts to build healthier relationships characterized by open communication and effective emotional regulation. The study concludes that the subjective meaning-making of paternal infidelity plays a crucial role in shaping relational patterns, perceptions of romantic relationships, and partner selection decisions among early adult women. The novelty of this research lies in its emphasis on the meaning-making dimension, which not only reveals psychological impacts but also highlights resilience and the transformation of traumatic experiences into a foundation for more adaptive and constructive relationships.
Downloads
References
Agustina, Aulia, Naya Dwi Oktavia, Anita Miranti, Anisa Juniarti, dan Ilham Akbar. “Hubungan Anak Broken Home terhadap Post Traumatic Growth.” Proceeding Conference on Pscyhology and Behavioral Sciences 2, no. 1 (2023): 53–61. https://proceedings.dokicti.org/index.php/CPBS/article/view/41.
Ahzani, Syalma, dan Yohana Wuri Satwika. “Psychological Well-Being pada Wanita Dewasa Awal yang Mengalami Perselingkuhan dalam Hubungan Pacaran.” Character Jurnal Penelitian Psikologi 12, no. 2 (2025): 636–646. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/69568.
Anggreiny, Phoebe, dan Monty P. Satiadarma. “Persepsi Individu Perempuan akan Perceraian Orang Tua terhadap Komitmen dalam Hubungan Romantis.” Jurnal Muara Ilmi Sosial, Humaniora, dan Seni 9, no. 1 (2025): 22–31. https://journal.untar.ac.id/index.php/jmishumsen/article/view/27809.
Anwar, Nabila Putri, dan Haerani Nur. “Gambaran Pemilihan Pasangan Hidup (Mate Selection) Perempuan Dewasa Awal Ditinjau dari Keterlibatan Ayah.” Jurnal Psikologi Malahayati 6, no. 1 (2024): 91–106. https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PSIKOLOGI/article/view/11107.
Bungin, Burhan. Post-Qualitative Social Research Methods: Kuantitaf, Kualitatif, Mixed Methods. Jakarta: Kencana, 2020.
Dalmış, Alper Bahadır, Emrah Büyükatak, dan Lütfi Sürücü. “Psychological Resilience and Future Anxiety among University Students: The Mediating Role of Subjective Well-Being.” Behavioral Sciences 15, no. 3 (2025): 1–20. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11939240/.
Diananissa, Firda Novilia, Putri Dian Dia Conia, dan Bangun Yoga Wibowo. “Dampak Fatherless pada Wanita Dewasa Awal dalam Memilih Pasangan Hidup.” JKIP: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan 5, no. 3 (2024): 672–686. https://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/1080.
Fajriyah, Nurul, dan Roswiyani. “Forgiveness dan Komunikasi Interpersonal pada Dewasa Awal yang Pernah Mengalami Perselingkuhan saat Berpacaran.” Jurnal Muara Ilmi Sosial, Humaniora, dan Seni 8, no. 2 (2024): 270–279. https://journal.untar.ac.id/index.php/jmishumsen/article/view/27999.
Fitriyani, Nur, dan Andreas Agung Kristanto. “Kecedasan Emosi pada Anak Dewasa Awal yang Ayahnya Melakukan Perseligkuhan.” Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi 9, no. 2 (2021): 260–277. https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/psikoneo/article/view/5962.
Herdiansyah, Haris. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika, 2010.
Imtinan, Ghina, dan Mutia Aini Ahmad. “Dampak Perselingkuhan terhadap Perkembangan Psikologis Anak.” Batanang: Jurnal Psikologi 2, no. 2 (2023): 139–158. https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/jps/article/view/9455.
Lestari, Indah Dwi, dan Effy Wardati Maryam. “Studi Fenomenologi tentang Pengalaman Anak dalam Menyaksikan Perselingkuhan Orang Tua.” Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia 11, no. 1 (2026): 697–714. https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/63494.
Maulana, Topan, dan Muniruddin. “Analisis Studi Fenomenologi Mengenai Dinamika Psikologis Anak sebagai Korban Disfungsi Keluarga Akibat Perselingkuhan Orang Tua.” Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam 8, no. 2 (2025): 621–630. https://jurnal.pabki.org/index.php/alisyraq/article/view/991.
Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2021.
Mufidah, Aulia, dan Damajanti Kusuma Dewi. “Studi Life History pada Perempuan Dewasa yang Mengalami Perceraian Orang Tua Akibat Perselingkuhan.” Character Jurnal Penelitian Psikologi 9, no. 3 (2022): 1–18. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/46149.
Prasidarini, Rifka Ilma, dan Muhammad Arifin. “Dampak Perselingkuhan Orang Tua terhadap Perilaku Sosial Anak (Studi Kasus Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali).” Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial 18, no. 2 (2024): 365–380. https://ejournal.iaingawi.ac.id/index.php/almabsut/article/view/1463.
Septiani, Aulia, Jihan Ruslia Ningsih, Novy Fitri Anggrayni, Wanda Aisyah Zulaika, dan Calvine Kurnianto Pramono. “Dampak Perceraian Akibat Perselingkuhan Orang Tua terhadap Kesehatan Mental Anak.” JURIHUM: Jurnal Inovasi dan Humaniora 3, no. 2 (2025): 363–369. https://jurnalmahasiswa.com/index.php/Jurihum/article/view/3217.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2019.
Sunaryani, Seilma Azra, dan Yunita Sari. “Narrative Review: Dampak Perselingkuhan Orang Tua terhadap Hubungan Romantis Anak.” Bandung Conference Series: Psychology Science 6, no. 1 (2026): 227–236. https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSPS/article/view/22069.
Surjana, Cindy Aurielle, dan Debora Basaria. “Hubungan antara Keterlibatan Ayah dengan Subjective Well-Being pada Perempuan Dewasa Awal.” Arus Jurnal Sosial dan Humaniora 5, no. 3 (2025): 4440–4446. https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/1922.
Widihapsari, Ida Ayu Gede Kusumaastuti, Syntia Agung Liana Puspita, Ni Made Dyah Sathya Pradnyadari, Dian Rakhmawati, dan I Dewa Ayu Maythalia Joni. “Pengalaman Mempertahankan Komitmen Berpasangan pada Perempuan Dewasa Awal yang Menjalani Hubungan dengan Laki-Laki yang Memiliki Penyakit Kronis.” Insan: Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental 5, no. 1 (2020): 49–60. https://e-journal.unair.ac.id/JPKM/article/view/10724.
Wulandari, Rika, Fathya Putri Kamilla, Ahmaddin Ahmad Tohar, dan Khairil Anwar. “Ketidaksetiaan: Eksplorasi Ilmiah tentang Perselingkuhan ditinjau dari Perspektif Psikologi.” Jurnal Pendidikan Tambusai 9, no. 3 (2025): 32990–32996. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/32795.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 *Tifanny Angellina, Indriyani Santoso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












